Nurul Jadid Jadi Tuan Rumah Muskerwil I, Ini Profil Pengasuhnya.

PAITON, ALFIKR.CO- Kiai Moh. Zuhri Zaini lahir di Probolinggo, 5 Oktober 1952. Beliau putra ke lima dari pasangan Kiai Zaini Mun'im dan Nyai Nafi'ah.

Pendidikan pertama beliau tempuh selama 6 tahun di Ma'had al-Nasi'iyah al-Islamiyah Nurul Jadid, sebuah lembaga setara Madrasah Ibtidaiyah saat ini.

Sebelum memasuki pendidikan lanjutan, Kiai Zuhri menempuh sekolah persiapan selama dua tahun. Hingga kemudian beliau memutuskan untuk melanjutkan kemabali belajarnya di Madrasah Mu'allimin Nurul Jadid selama 6 tahun, kini sekolah dimaksud setara Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah.

Tak cukup sampai disitu, Kiai Zuhri terus melajutkan pendidikankannya, tentu di bidang agama, yaitu Akademi Dakwah Nahdlatul Ulama (ADIPNU) Nurul Jadid. 3 tahun berselang beliau akhirnya menyandang gelar BA (Bachelor of Arts).

Tak puas menyelesaikan studi di perguruan tinggi, Kiai Zuhri akhirnya memilih untuk kembali mendalami ilmu agama di Pesantren Sidogiri Pasuruan. Beliau berguru langsung pada Kiai Cholil Nawawie selama 3 tahun.

Pengalaman beliau sebagai santri tentu juga menjadi modal utama bagaimana beliau mengayomi santri sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Salah satu yang ditekankan beliau adalah jangan sampai menyepelekan atau melanggar peraturan pesantren.

Sebab menurut beliau tidak melanggar peraturan pesantren merupakan bagian dari riyadhah. Dengan menaati peraturan, menjaga nama baik pesantren, adalah wujud dari upaya untuk mengubah diri sendiri.

Untuk menjalani tirakat demikian, menurut beliau seperti yang disebutkan dalam buku "Kaleidoskop Pondok Pesantren Nurul Jadid" kuncinya adalah sabar dan ikhlas. Hal ini selalu dipraktikkan langsung oleh beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Maka tak heran jika beliau dikenal sebagai pengasuh yang tak pernah menampakkan wajah kusam dan marah. Pribadi yang selalu menerima secara lapang dada, zuhud dan warak.

Hal ini pula yang membuat beliau seringkali menjaga diri untuk tidak berlebihan dengan menampilkan diri apa adanya. Sederhana beliau sangat tampak dalam bersikap, bertutur, dan juga berpakaian.

Selain itu beliau juga dikenal sebagai Ulama yang aktif dalam tulis menulis. Karya beliau banyak kita jumpai dalam berbagai majalah dan karya tulis ilmiah.

Sebagai tambahan informasi, Ayah dari lima putra ini juga pernah aktif di Rabhitah Ma'had Islamiyah (RMI) Cabang Kraksaan. Bahkan beliau pernah masuk dalam jajaran struktur Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Berita Lainnya

Facebook about this post